https://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/issue/feedEDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi2026-07-31T00:00:00+00:00Nining Nuraidaedu-bio.ftk@uinjambi.ac.idOpen Journal Systems<hr /> <table width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr> <td width="20%">Journal title</td> <td width="60%"><a href="https://edubio.ftk.uinjambi.ac.id/edubio/"><strong>EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi</strong></a></td> <td rowspan="9" valign="top" width="20%"><img src="https://edubio.ftk.uinjambi.ac.id/public/journals/1/homepageImage_en_US.png" alt="" width="500" height="800" /></td> </tr> <tr> <td width="20%">Initials</td> <td width="60%">edu-bio</td> </tr> <tr> <td width="20%">Abbreviation</td> <td width="60%"> </td> </tr> <tr> <td width="20%">Frequency</td> <td width="60%"> <strong>2 issues per year | </strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">DOI</td> <td width="60%"> <p><strong>10.30631</strong></p> <p><strong>Prefix by <img src="https://altarqiyah.ftk.uinjambi.ac.id/public/site/images/admin/crossref-logo-stacked-rgb-small2.png" alt="" width="22" height="6" /></strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="20%">ISSN</td> <td width="60%"><strong>P-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1429931736" target="_blank" rel="noopener">2087-8192</a> | E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1503462780" target="_blank" rel="noopener">2598-4284</a></strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="60%"><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=h3yUBEgAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Nining Nuraida</a></strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">Publisher</td> <td width="60%"><strong>Prodi Tadris Biologi</strong> Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi</td> </tr> <tr> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="60%"><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=H17BmgYAAAAJ&view_op=list_works&sortby=title" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/32335" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <hr /> <section class="homepage_about"> <p><strong>EDU-BIO : Jurnal Pendidikan Biologi</strong> (<strong>PISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1429931736" target="_blank" rel="noopener">2087-8192</a>, EISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1503462780" target="_blank" rel="noopener">2598-4284</a></strong>) is an academic journal published by Department of Biology Education in Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. The journal accepts scholarly papers regarding of biology science, biology education, Islamic perspective of biology science, etc. Publication time is January and July. We calmly invite all academicians or educators to submit their papers to our journal. Articles come from within the publishing institution and affiliated institutions. All published articles do not represent the views of the institution or affiliated institutions, but are the views of the authors themselves. The articles contained in this journal have gone through a review proreviewer.</p> <p>The journal collaborates with <a href="https://drive.google.com/file/d/1chEjPc10Hha89v4m7MfsCGr5JvTVvdPy/view?usp=sharing">ASOSIASI DOSEN BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM INDONESIA</a></p> </section>https://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/219Penerapan Teknik Brain Dump Terhadap Aktivitas dan Motivasi Belajar Mahasiswa Tadris Biologi : Studi Pre-Eksperimental 2026-07-03T13:03:06+00:00Riko Apriantorikoaprianto7892@gmail.comIca Wandari Anisiaicawandarianisia@uinjambi.ac.idDonal Saputradonalsaputra@uinjambi.ac.id<p>Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan mahasiswa di kelas dan kurangnya dorongan internal untuk mencapai prestasi akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik <em>brain dump</em> terhadap aktivitas dan motivasi belajar mahasiswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen menggunakan desain <em>one-group pretest–posttest design</em>. Populasi target adalah mahasiswa semester 1 T.A 2025/2026 Program Studi Tadris Biologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sampel penelitian adalah kelas 1B yang ditentukan melalui teknik <em>cluster sampling</em>. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas belajar dan angket motivasi belajar. Data hasil penelitian diperoleh skor rata-rata aktivitas belajar pada <em>pretest</em> 39,43 dan <em>posttest </em>56,14. Sedangkan skor rata-rata motivasi belajar pada <em>pretest</em> 72,93 dan <em>posttest</em> 74,07. Selanjutnya, hasil analisis data aktivitas belajar menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> diperoleh nilai signifikansi 0,004<0,05 (H<sub>1 </sub>diterima) sedangkan data motivasi belajar terdistribusi normal menggunakan uji hipotesis <em>paired sample</em>s <em>t-test </em>diperoleh nilai signifikansi 0,53>0,05 (H<sub>0 </sub>diterima). Kedua data uji hipotesis tersebut menunjukan aktivitas belajar mahasiswa yang mengikuti teknik <em>brain dump</em> memilki perbedaan nilai secara signifikan sedangkan pada aspek motivasi belajar tidak memiliki perbedaan secara siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa teknik <em>Brain Dump</em> efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, tetapi belum efektif dalam meningkatkan motivasi belajar.</p> <p> </p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/220A Kajian Kritis terhadap Modul Ajar dan Media Pembelajaran Biologi sebagai Dasar Pengembangan Inovasi Pembelajaran2026-07-03T11:17:39+00:00Linda Safitrilindasafitrilearning@gmail.comPaidi Paidipaidi@uny.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas modul ajar dan media pembelajaran biologi pada materi Sel. Selain itu, penelitian ini bertujuan menghasilkan gagasan inovatif sebagai dasar pengembangan pembelajaran menggunakan pendekatan SCAMPER. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, analisis dokumen, dan pencatatan terhadap komponen modul ajar serta media pembelajaran. Data dianalisis menggunakan pendekatan SCAMPER yang meliputi <em>Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate,</em> dan <em>Rearrange</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar telah mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik, namun masih diperlukan pengembangan pada variasi aktivitas pembelajaran dan pemanfaatan media digital. Inovasi yang dihasilkan meliputi pembelajaran aktif berbasis diskusi, praktikum, <em>Problem Based Learning</em> (PBL), <em>mini project</em> berbasis kasus kesehatan, dan penggunaan media digital interaktif. Pengembangan inovasi tersebut selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, diferensiasi, penguatan kompetensi, dan pengembangan keterampilan abad ke-21.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/221Analisis Strategi Pembelajaran Biologi dan Minat Belajar Siswa Kelas X si SMA Negeri 3 Kota Jambi2026-07-03T12:55:57+00:00Nikita Rahmadhaninikitarahmadhani7681@gmail.comAli Sadikinalisadikin@unja.ac.idDesfaur Nataliadesfaur.natalia@unja.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran biologi yang digunakan guru serta mendeskripsikan minat belajar siswa kelas X terhadap strategi pembelajaran tersebut di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi yang berjumlah 419 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket minat belajar siswa menggunakan skala Likert. Indikator minat belajar yang dianalisis meliputi perasaan senang, ketertarikan untuk belajar, menunjukkan perhatian saat belajar, dan keterlibatan dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap berbagai strategi pembelajaran biologi berada pada kategori cukup hingga sangat tinggi dengan rentang persentase 72,20%–86,60%. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) memperoleh persentase tertinggi pada sebagian besar indikator minat belajar, terutama pada indikator ketertarikan untuk belajar sebesar 86,60%. Selain itu, strategi pembelajaran kooperatif, kontekstual, dan afektif juga menunjukkan kategori minat belajar yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan karakteristik siswa mampu meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran biologi.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/222Evaluasi Penggunaan Asam Humat Pada Media Cocopeat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Awal Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Kultivar Ori 2022026-07-05T03:13:33+00:00Evan Vria Andesmoraevria.andesmora@unib.ac.idRiko Apriantorikoaprianto@uinjambi.ac.idAni Sulistiyaniani.sulistiyani@unib.ac.idArin Ulfiana Mubarokahaulfiana@unib.ac.idSteffanie Nurlianasnurliana@unib.ac.idEben Ezer Simanungkaliteezer.simanungkalit@unib.ac.idKhonita Rahma Dianikrama.diani@unib.ac.id<p>Cocopeat banyak digunakan sebagai media tanam organik dalam budidaya hortikultura karena memiliki kapasitas menahan air yang tinggi dan aerasi yang baik; namun demikian, ketersediaan haranya yang relatif rendah sering kali membatasi pertumbuhan tanaman secara optimal. Asam humat telah dikenal sebagai biostimulan tanaman yang mampu meningkatkan ketersediaan hara serta merangsang proses fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons dosis asam humat terhadap pertumbuhan vegetatif cabai rawit (<em>Capsicum frutescens </em>L.) kultivar Ori 202 yang dibudidayakan pada media cocopeat. Percobaan dilakukan menggunakan empat konsentrasi asam humat, yaitu 0, 2,5, 5,0, dan 7,5 mL L⁻¹. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, biomassa segar, dan biomassa kering, yang diukur pada fase awal pertumbuhan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengamatan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang, mengindikasikan adanya dinamika pertumbuhan vegetatif yang aktif pada fase pertumbuhan awal. Aplikasi asam humat berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, khususnya akumulasi biomassa. Performa pertumbuhan vegetatif tertinggi diperoleh pada perlakuan asam humat 7,5 mL L⁻¹, yang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi serta biomassa segar dan kering terbesar. Sebaliknya, perlakuan 5,0 mL L⁻¹ menunjukkan pertumbuhan yang relatif lebih rendah, yang mengindikasikan pola respons dosis yang tidak linier. Efek peningkatan pertumbuhan akibat aplikasi asam humat diduga berkaitan dengan stimulasi perkembangan akar, peningkatan efisiensi penyerapan hara, serta peningkatan produksi biomassa. Temuan ini menunjukkan asam humat berpotensi digunakan sebagai biostimulan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan <em>C. frutescens </em>yang dibudidayakan pada media berbasis cocopeat, serta dapat menjadi strategi alternatif meningkatkan produktivitas dalam sistem hortikultura tanpa tanah.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/223Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Indikator Alami untuk Deteksi Kualitatif Boraks pada Berbagai Sampel Makanan Olahan2026-07-06T03:49:12+00:00Hans Filbert Nadeakhansnadeak@gmail.comAida Turrohma Hasibuanaidaturrohma05@gmail.comHelen Cindytha Pasaribuhcindytha@gmail.comRahel Oriza Girsangraheloriza0@gmail.comLarasati Arum Utamilarasatiarum@unimed.ac.idNurbaity Situmorangnurbaitysitumorang@unimed.ac.id<p>Keamanan pangan merupakan isu krusial yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, namun penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks masih marak ditemukan pada produk pangan olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em> L.) sebagai indikator alami untuk mendeteksi kandungan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap tujuh sampel makanan, yaitu bakso ayam, bakso ikan, pempek, tahu putih, bihun, mie kuning, dan kerupuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang yang mengandung pigmen antosianin sensitif terhadap perubahan pH, di mana kondisi basa akibat keberadaan boraks akan memicu perubahan warna dari biru keunguan menjadi hijau. Dari seluruh sampel yang diuji, hanya sampel mie kuning yang menunjukkan perubahan warna menjadi hijau, yang mengindikasikan adanya kandungan boraks. Sementara itu, enam sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga telang efektif digunakan sebagai instrumen skrining awal yang sederhana, aman, dan ekonomis untuk mengidentifikasi kontaminasi boraks pada makanan, serta berpotensi dikembangkan sebagai media edukasi keamanan pangan bagi masyarakat.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/224Pemanfaatan Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Sebagai Indikator Alami dalam Deteksi Boraks Pada Sampel Makanan2026-07-06T04:00:01+00:00Grace Dearni Batubaragracedearnibatubara@gmail.comAprilla Rahel Yolanda Sinagarahelsinaga890@gmail.comSyahilla Az Zahrasyahillaazzahra180@gmail.comDea Alfioni Br. Tarigandeaalfioni@gmail.comMuhammad Hafiz Siddiqhafizmhd.2007@gmail.comLarasati Arum Utamilarasatiarum@unimed.ac.idNurbaity Situmorangnurbaitysitumorang@unimed.ac.id<p>Penyalahgunaan boraks sebagai bahan tambahan pangan ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak bunga kembang sepatu (<em>Hibiscus rosa-sinensis</em>) sebagai indikator alami dalam mendeteksi kandungan boraks pada berbagai sampel makanan secara kualitatif. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan teknik ekstraksi pelumatan dan penyaringan untuk memperoleh pigmen antosianin. Sampel penelitian terdiri dari tujuh jenis pangan populer: bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, bihun, mie kuning, pempek, dan makaroni. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari seluruh sampel, hanya mie kuning yang menunjukkan perubahan warna menjadi hijau secara signifikan (positif mengandung boraks). Enam sampel lainnya tetap berwarna merah keunguan (negatif). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak bunga kembang sepatu efektif digunakan sebagai instrumen deteksi dini boraks melalui mekanisme perubahan warna akibat reaksi antara senyawa basa boraks dengan zat warna antosianin.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/225Pemanfaatan Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Sebagai Indikator Alami dalam Deteksi Boraks Pada Berbagai Sampel Pangan di Kota Medan 2026-07-06T04:10:51+00:00Boi David Nainggolankheyanjely@gmail.comJemima Fevriera Bangunmimaje250@gmail.comNabil Arkan Harahapnabil.arkan118@gmail.comSalsabilla Salsabillasabilaaa181@gmail.comYulan Marcelia Banjarnahoryulanmarcelia@gmail.comLarasati Arum Utamilarasatiarum@unimed.ac.idNurbaity Situmorangnurbaitysitumorang@unimed.ac.id<p>Keamanan pangan menjadi isu penting di Indonesia akibat masih ditemukannya penyalahgunaan bahan tambahan pangan terlarang, salah satunya boraks, pada berbagai produk olahan untuk meningkatkan tekstur dan daya simpan. Berbagai indikator alami berbasis antosianin telah dikembangkan untuk mendeteksi senyawa bersifat basa, namun sebagian besar penelitian masih menggunakan satu jenis bahan indikator atau terbatas pada jenis pangan tertentu sehingga kajian mengenai konsistensi respons indikator pada berbagai matriks pangan masih perlu diperluas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas</em> L.) sebagai indikator alami dalam mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel pangan di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan perubahan warna pigmen antosianin setelah bereaksi dengan sampel uji. Sebanyak tujuh jenis pangan olahan yang diperoleh melalui teknik <em>purposive sampling</em> dari wilayah Kota Medan diuji menggunakan ekstrak ubi jalar ungu sebagai indikator alami. Sampel tersebut meliputi bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, mie kuning, mie bihun, pempek, dan kerupuk, dengan masing-masing sampel dilakukan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sampel mie kuning yang memberikan respons positif dengan perubahan warna indikator dari ungu menjadi biru kehitaman, sedangkan enam sampel lainnya tidak menunjukkan perubahan warna yang mengindikasikan keberadaan boraks. Perubahan warna tersebut terjadi akibat transformasi struktur antosianin pada kondisi basa yang dipicu oleh keberadaan senyawa natrium tetraborat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak ubi jalar ungu memiliki potensi sebagai indikator alami berbasis antosianin yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk skrining awal keamanan pangan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengujian konsistensi kemampuan indikator ubi jalar ungu terhadap beberapa jenis pangan olahan dengan karakteristik matriks yang berbeda sehingga memperluas pemanfaatan bioindikator alami dalam deteksi cemaran kimia pangan.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/226Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Indikator Alami untuk Deteksi Boraks pada Berbagai Sampel Pangan2026-07-06T04:23:09+00:00Ezra Sijabatezrasijabat001@gmail.comYohana Putri Girsangputrigirsang713@gmail.comMuhammad Rio Adinatharioadinatha5@gmail.comGloria Caroline Siahaangloriasiahaan24@gmail.comLarasati Arum Utamilarasatiarum@unimed.ac.idNurbaity Situmorangnurbaitysitumorang@unimed.ac.id<p>Keamanan pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan akibat penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, salah satunya boraks, yang sering digunakan secara ilegal untuk meningkatkan tekstur dan daya simpan produk pangan. Berbagai metode deteksi telah dikembangkan menggunakan indikator sintetis maupun indikator alami, namun sebagian besar penelitian masih terbatas pada penggunaan satu jenis sumber indikator atau pengujian pada matriks pangan tertentu. Pemanfaatan pigmen betalain dari kulit buah naga merah (<em>Hylocereus polyrhizus</em>) sebagai indikator alami untuk mendeteksi boraks pada berbagai karakteristik pangan masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan ekstrak kulit buah naga merah sebagai indikator alami dalam mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel pangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan perubahan warna indikator akibat perubahan kondisi pH setelah bereaksi dengan sampel uji. Sebanyak tujuh jenis sampel pangan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari beberapa lokasi penjualan diuji menggunakan ekstrak kulit buah naga merah, meliputi bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, mie kuning, mie bihun, pempek, dan kerupuk. Setiap sampel dilakukan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah menghasilkan perubahan warna yang berbeda pada sampel yang terindikasi mengandung senyawa basa, ditandai dengan perubahan warna pigmen betalain dari merah keunguan menjadi warna yang lebih pucat setelah berinteraksi dengan boraks. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi digunakan sebagai indikator alami berbasis pigmen betalain yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk skrining awal keamanan pangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi konsistensi respons pigmen betalain dari limbah kulit buah naga merah terhadap berbagai matriks pangan dengan karakteristik berbeda sebagai metode deteksi boraks berbasis bahan lokal.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/228Penerapan Model Reading Mind Mapping And Sharing dan Think Pair Share Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X2026-07-08T13:51:53+00:00Nongki oktaviana Nongkioktavianaokta135@gmail.comMustika Sarimustikasari@gmail.comEka Trisianawatiekatris@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kemampuan kritis berpikir siswa kelas 10 di SMAN 1 Belitang Hulu pada materi keanekaragaman hayati relatif rendah. Data awal menunjukkan rata-rata tingkat penguasaan tes harian hanya 38,54% dibandingkan kriteria penguasaan minimal 73, sedangkan skor indikator berpikir kritis dari kuesioner berkisar antara 57,80–62,88%. Penelitian ini menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model Reading, Mind Mapping, and Sharing (RMS) dan model Think Pair Share (TPS), serta meneliti perbedaan di antara keduanya. Metode kuantitatif kuasi-eksperimental dengan Desain Kelompok Kontrol Hanya Tes Pasca yang digunakan. Sampel terdiri dari 60 siswa (30 di kelompok RMS, 30 di kelompok TPS) yang dipilih melalui pengambilan sampel acak berkelompok setelah uji kesetaraan. Data dikumpulkan menggunakan delapan item esai yang valid (rxy 0,77–0,93) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,963) berdasarkan enam indikator Sugiarti (2025). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest sebesar 76,39 (kategori tinggi) untuk kelompok RMS dan 65,97 (kategori sedang) untuk kelompok TPS. Uji T Sampel Independen menghasilkan t = 5,031, df = 58, Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05), yang mengarah pada penerimaan Ha. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kritis antara kedua model, dengan RMS menghasilkan hasil yang lebih tinggi daripada TPS pada materi keanekaragaman hayati.</span></span></span></span></span></span></p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologihttps://www.edubio.ftk.uinjambi.ac.id/index.php/edubio/article/view/230Penerapan Multimedia Interaktif Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 2 Tanjung Pura2026-07-08T14:02:19+00:00Diah KhairaniKhairanidiah17@gmail.comMarjanah Marjanahmarjanah@gmail.comSiska Rita Mahyunyritawahyuni@gmail.com<p>Motivasi dan hasil belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Namun, proses pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tanjung Pura masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media yang kurang variatif sehingga siswa cenderung pasif, kurang termotivasi, dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan multimedia interaktif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar serta tes pretest dan posttest hasil belajar. Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test setelah memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05) dan mean difference sebesar 4,098. Selain itu, multimedia interaktif juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) dan mean difference sebesar 10,490. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran sehingga berdampak pada meningkatnya motivasi dan hasil belajar. Dengan demikian, multimedia interaktif dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif pada materi sistem pencernaan manusia. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai alternatif media pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mendukung peningkatan motivasi dan hasil belajar, khususnya pada materi biologi yang bersifat abstrak.</p> <p> </p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi