Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Indikator Alami untuk Deteksi Kualitatif Boraks pada Berbagai Sampel Makanan Olahan
DOI:
https://doi.org/10.30631/edubio.v9i2.223Keywords:
Antosianin, Boraks, Bunga Telang, Indikator Alami, Keamanan PanganAbstract
Keamanan pangan merupakan isu krusial yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, namun penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks masih marak ditemukan pada produk pangan olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai indikator alami untuk mendeteksi kandungan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap tujuh sampel makanan, yaitu bakso ayam, bakso ikan, pempek, tahu putih, bihun, mie kuning, dan kerupuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang yang mengandung pigmen antosianin sensitif terhadap perubahan pH, di mana kondisi basa akibat keberadaan boraks akan memicu perubahan warna dari biru keunguan menjadi hijau. Dari seluruh sampel yang diuji, hanya sampel mie kuning yang menunjukkan perubahan warna menjadi hijau, yang mengindikasikan adanya kandungan boraks. Sementara itu, enam sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga telang efektif digunakan sebagai instrumen skrining awal yang sederhana, aman, dan ekonomis untuk mengidentifikasi kontaminasi boraks pada makanan, serta berpotensi dikembangkan sebagai media edukasi keamanan pangan bagi masyarakat.



.png)


