Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Indikator Alami untuk Deteksi Boraks pada Berbagai Sampel Pangan

Authors

  • Ezra Sijabat Universitas Negeri Medan
  • Yohana Putri Girsang Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Rio Adinatha Universitas Negeri Medan
  • Gloria Caroline Siahaan Universitas Negeri Medan
  • Larasati Arum Utami Universitas Negeri Medan
  • Nurbaity Situmorang Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.30631/edubio.v9i2.226

Keywords:

Hylocereus polyrhizus, Betalain Pigment, Natural pH Indicator, Borax Detection, Food Adulteration

Abstract

Keamanan pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan akibat penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, salah satunya boraks, yang sering digunakan secara ilegal untuk meningkatkan tekstur dan daya simpan produk pangan. Berbagai metode deteksi telah dikembangkan menggunakan indikator sintetis maupun indikator alami, namun sebagian besar penelitian masih terbatas pada penggunaan satu jenis sumber indikator atau pengujian pada matriks pangan tertentu. Pemanfaatan pigmen betalain dari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai indikator alami untuk mendeteksi boraks pada berbagai karakteristik pangan masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan ekstrak kulit buah naga merah sebagai indikator alami dalam mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel pangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan perubahan warna indikator akibat perubahan kondisi pH setelah bereaksi dengan sampel uji. Sebanyak tujuh jenis sampel pangan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari beberapa lokasi penjualan diuji menggunakan ekstrak kulit buah naga merah, meliputi bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, mie kuning, mie bihun, pempek, dan kerupuk. Setiap sampel dilakukan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah menghasilkan perubahan warna yang berbeda pada sampel yang terindikasi mengandung senyawa basa, ditandai dengan perubahan warna pigmen betalain dari merah keunguan menjadi warna yang lebih pucat setelah berinteraksi dengan boraks. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi digunakan sebagai indikator alami berbasis pigmen betalain yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk skrining awal keamanan pangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi konsistensi respons pigmen betalain dari limbah kulit buah naga merah terhadap berbagai matriks pangan dengan karakteristik berbeda sebagai metode deteksi boraks berbasis bahan lokal.

Published

2026-07-31

How to Cite

Sijabat, E., Putri Girsang, Y. ., Rio Adinatha, M. ., Caroline Siahaan, G. ., Arum Utami, L. ., & Situmorang, N. . (2026). Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Indikator Alami untuk Deteksi Boraks pada Berbagai Sampel Pangan. EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 162–171. https://doi.org/10.30631/edubio.v9i2.226